coba

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

 

Kesempurnaan dalam berpenampilan adalah ketika seseorang itu berpenampilan sesuai dengan hati nuraninya, terutama menyangkut perempuan. Dalam membahas mengenai dunia fashion wanita tidak akan habis-habisnya. Sejatinya wanita diciptakan oleh Tuhan sebagai kaum yang sangat berharga, alangkah baiknya jika seorang perempuan menjaga dan mengerti betapa berharganya dia. Andai kala seseorang wanita sudah mengerti betapa berharganya dia tentu saja tidak akan ada adanya wanita yang berpenampilan senonoh yang membuat para lelaki tergoda. Kesempurnaan dalam berpenampilan akan mengadopsi seseorang itu menjadi seseorang yang percaya diri dimanapun dia berada, selain itu juga bisa memberi kesan indah yang menimbulkan rasa aman yang sejatinya bahwa manusia memiliki rasa malu dalam dirinya.

Menyangkut mengenai hak atas rasa aman dalam diri manusia tentunya perempuan, bisa diwujudkan dengan adanya kerudung. Bagi wanita menggunakan kerundung sudah tertera dalam Al-qur’an yang mana didalamnya menyuruh agar wanita menutup auratnya. Dijelaskan didalam Al-qur’an bahwa aurat wanita adalah menutupi seluruh bagian tubuh wanita kecuali telapak tangan dan muka. Dari jaman nabi Muhammad SAW dahulu seluruh wanita sudah mengenal adanya kerudung, dan mereka pun memakainya setiap hari sebagai sarana berbusana pada era itu. Namun hal itu sudah tidak dijalankan lagi semenjak adanya tahun masehi yang mana manusia sudah mengenal adanya perkembangan zaman. Walaupun demikian tetap ada yang mengenakan jilbab/kerudung untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Di era modern sekarang ini banyak sekali keunikan yang model-model kerudung wanita. Hal ini yang menjadikan para disigner atau perancang busana wanita mengeluarkan ide-ide untuk mengharumkan namanya serta juga untuk mencari mata pencaharian yang lebih dengan mengeluarkan model-model kerudung terbaru yang di gandrungi banyak remaja jaman sekarang. Banyak kaum perempuan remaja yang mmemanfaatkan teknologi serta media komunikasi visual untuk mendownload situs-situs internet yang memaparkan gambaran bagaimana membuat dan menghias diri dengan kerudung. Dengan seperti ini maka setiap hari penampilan yang di tunjukan dalam berkerudung lebih modern dan tidak terkesan biasa-biasa saja.

Seperti contoh kasus ketika saya berangkat ke kampus banyak sekali teman-teman saya yang berkerudung memaparkan model-model gaya kerudungnya yang terkesan aneh, unik tapi indah. Jika salah satu orang yang sudah berpenampilan seperti itu tentunya menimbulkan rasa penasaran kepada teman-teman yang lain sehingga mewujudkan rasa ingin mencoba penampilan tersebut. Hal ini yang menjadikan budaya trendcenter hijabers dikalangan wanita remaja zaman sekarang, atau bahkan mereka menjalin hubungan erat antara para hijabers di seluruh pelosok negeri melalui dunia maya. Melalui permasalahan sederhana tersebut dapat dikatakan bahwa dampak globalisasi bisa berwujud positif maupun negatif, tergantung dari seseorang tersebut yang memanfaatkan adanya globalisasi sekarang ini.

Tanpa kita sadari bahwa kejadian seperti itu merupakan sesuatu hal positif dari adanya dampak globalisasi. Maraknya model dan gaya kerudung yang bermacam-macam memberikan kesan baik yang tadinya kerudung dianggap suatu penampilan yang kuno yang hanya pakai untuk kalangan-kalangan yang sudah berumur, kini hal tersebut sudah tidak ada lagi terbesit dibenak kaum perempuan jaman sekarang. Betapa bangganya ketika seorang muslimin menyatakan keimanannya dengan jilbab, karena jilbab bisa dikatakan tanda keimanan seorang muslimin. Dengan berjilbab seorang muslimin mampu menjaga dirinya dari berbagai nafsu birahi yang akan datang padanya. kerudung juga seakan-akan bisa menyuruh orang yang memakainya untuk tidak berbuat zina, walaupun sejatinya kerudung bukanlah faktor utama akan hal itu.

Wanita yang mampu mengekspresikan penampilannya dikatakan sebagai wujud bahwa seseorang wanita tersebut mempunyai gairah hidup yang tinggi. Gairah hidup yang ditimbulkan oleh seorang tersebut akan menjadi suatu sempel bahwa wanita dalam berkerudung bukanlah suatu hal yang kuno yang sejak dulu dihindari oleh wanita pada umumnya. Namun setelah ada perkembangan modern seperti ini justru para wanita ingin selalu mengenakan jilbab untuk kehidupan sehari-hari mereka. Suatu hal yang dikatakan kuno bisa menjadi trend masa kini merupakan suatu paham perputaran hidup yang tidak hanya dirasakan oleh sedikit kalangan saja.

Trend mode gaya hidup sekarang ini memang sangat cepat sekali merambat dikalangan masyarakat. Biasanya yang berperan aktif dalam gaya hidup ialah kaum hawa, kaum adam hanya bersikap pasif dalam masalah ini. Namun apa yang menyebabkan hal demikian? Mungkin karena nafsu yang dimiliki oleh hawa jauh lebih besar dibandingkan nafsu adam. Misalnya saja ketika seseorang wanita mengenakan pakaian yang terkesan mewah, tentu ada hasrat dari wanita yang lain ingin berpenampilan yang sama atau bahkan ingin yang lebih baik dan bagus dari dirinya.

 

  1. Rumusan Masalah

1)      Mengapa mahasiswi Universitas Negeri Surabaya mayoritas cenderung bergaya dalam hal berkerudung?

2)      Apa makna kerudung yang sesungguhnya dari pikiran mahasiswi Universitas Negeri Surabaya?

3)      Apakah mahasiswi Universitas Negeri Surabaya mengenal batas-batas yang harus di perhatikan ketika mengenakan kerudung?

 

 

  1. Tujuan Penulisan

1)      Menjelaskan mengapa mahasiswi Universitas Negeri Surabaya mayoritas cenderung bergaya dalam berkerudung.

2)      Menerangkan mengenai makna kerudung yang sesungguhnya bagi mahasiswi Universitas Negeri Surabaya.

3)      Menjelaskan mengenai batas-batas dalam mengenakan kerudung.

 

  1. Manfaat penulisan

Mengetahui tentang cara bergaya dalam berkerudung serta memaparkan mengenai makna kerudung dari kalangan mahasiswi Universitas Negeri Surabaya yang berkerudung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Banyak kesalahpahaman terhadap Islam ditengah masyarakat. Misalnya saja jilbab. Tak sedikit orang menyangka bahwa yang dimaksud dengan jilbab adalah kerudung. Padahal tidak demikian, jilbab bukan kerudung. Kerudung dalam al-Qur’an surat An-Nuur(24):31 disebut dengan istilah khimar (jamaknya:Khumur), bukan jilbab. Adapun jilbab yang terdapat dalam surat Al-Ahzab (33) : 59, sebenarnya adalah baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah. Kesalahpahaman lain yang sering dijumpai adalah anggapan bahwa busana muslimah itu yang penting sudah menutup aurat, sedang mode baju apakah terusan atau potongan, atau memakai celana panjang, dianggap bukan masalah. Dianggap, model potongan atau bercelana jeans oke-oke saja, yang penting ‘kan sudah menutup aurat. Kalau sudah menutup aurat, dianggap sudah berbusana muslimah secara sempurna. Padahal tidak begitu, Islam telah menetapkan syarat-syarat bagi busana muslimah dalam kehidupan umum, seperti yang ditunjukkan oleh nash-nash Al-Qur’an dan As-sunnah. Menutup aurat itu hanya salah satu syarat, bukan satu-satunya syarat busana dalam kehidupan umum. Syarat lainnya misalnya busana muslimah tidak boleh menggunakan bahan tekstil yang transparan atau mencetak lekuk tubuh perempuan. Dengan demikian, walaupun menutup aurat tapi kalau mencetak tubuh alias ketat atau menggunakan bahan tekstil yang transparan, tetap belum dianggap busana

Kerudung yang ini berasal dari bahasa indonesia. Bila dalam bahasa arabnya adalah khimaar , jamaknya khumur yaitu tutup/tudung yang menutup kepala, leher, sampai dada wanita. Sekilas kerudung memiliki definisi yang hampir sama dengan jilbab. Tapi tidak sama. Jilbab memiliki arti yang lebih luas, Karena Jilbab dapat diartikan sebagai busa muslimat yang menjadi satu corak, yaitu busana yang menutup seluruh tubuhnya, mulai dari atas kepala sampai kedua telapak kakinya yang jadi satu (menyatu) tanpa menggunakan kerudung lagi. Sedangkan Khimar itu (kerudung) hanya tudung yang menutupi kepala hingga dada saja. Sama halnya seperti Jilbab, kerudung ini hukumnya wajib.

Menurut Hannan athiyah (dalam mendidik anak perempuan di masa remaja, 2008;6) menyatakan bahwa masa remaja adalah vase yang relatif kompleks, ia terkait dengan kondisi kultural yang dominan dilingkungan sosial dimana ia hidup dan tinggal.

Menurut (kaplan dan saddock, 2000) masa remaja adalah suatu periode antara masa anak-anak dan masa dewasa. Masa ini di tandai dengan perubahan perkembangan biologis, psikologis, dan sosial yang menonjol. Perkembangan biologis pada masa remaja ditandai dengan percepatan pertumbuhan skeletal yang cepat dan permulaan perkembangan seks fisik. Perkembangan psikologis ditandai dengan adanya suatu percepatan perkembangan kognitif dan konsolidasi pembentukan kepribadian. Secara sosial, masa remaja adalah suatu periode peningkatan persiapan untuk datangnya peranan masa dewasa muda.

Menurut Miuccia Prada (dalam DEWI GAYA KOSMOPOLITAN 2010:24) menyatakan bahwa “tidak ada sesuatu yang baru dalam mode, semuanya telah dibuat”. Fashion menjadi suatu tanda bagi individu maupun kelompok masyarakat yang dijadikan sebagai tolak ukur pergantian kebudayaan.

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

Mengetahui mengenai pengertian Jilbab adalah kerudung wanita yang menutupi kepala dan wajahnya apabila ia keluar untuk suatu keperluan. Ada pula yang mengartikan Jilbab itu sebagai pakaian yang lebar sekaligus berudung. Di jaman sekarang ini semakin semarak saja kita lihat perempuan-perempuan muslimah untuk memperlihatkan penampilan yang cantik, anggun, gaul dan mempesona. Dia memakai Jilbab berdasarkan trend mode, semakin gaul Jilbab yang dipakainya itu semakin pede saja ia yang memkaianya belum lagi jika kita coba menyelidiki sikap dan tingkah lakunya perempuan-perempuan yang terjilbab itu, ada yang tidak bisa mengendalikan emosi dan hasratnya.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwasanya dalam memamakai jilbab atau kerudung da yang memakainya atas motif “ Saya sudah taubat maka saya berjilbab”. Ada yang memakaianya karena menyadari bahwa umurnya semakin tua sehingga semakin ingin memasrahkan diri pada yang kuasa, dan masih banyak alasan-alasan perempuan muslimah ingin memakai Jilbab. Keadaan seperti itiu masih mending daripada tidak ada gairah sama sekali memakai kerudung tersebut. Memakai kerudung juga bisa karena faktor turun temurun dari keluarganya. Misalnya dari semenjak ia kecil di ajarkan oleh ibunya untuk berkerudung setiap kali mau berpergian, hal ini akan terus menerus di lakukan oleh si anak tersebut hingga melangkah dewasa.

Kerudung yang awalnya dianggap oleh kalangan masyarakat sebagai suatu hal yang kuno, kini anggapan seperti itu sudah mulai hilang dari pikiran kalangan masyarakat. Argumen seperti itu hilang karena jaman sekarang banyak kalangan remaja yang mampu mengekspresikan gaya berkerudung mereka sebagai wujud perkembangan era globalisasi. Dahulu ketika belum ada perkembanagan globalisasi, mereka yang memakai kerudung cenderung bergaya itu-itu saja, sehingga kelihatan monoton jika di pandang oleh mata. Dampak monotonitas yang seperti ini yang mengakibatkan kerudung jarang di gemari oleh kalangan masyarakat.

Dalam dunia bisnispun jaman dulu kalangan masyarakat menganggap bahwa kerudung adalah salah satu faktor penghambat seseorang memperoleh mata pencaharian. Kejadian seperti ini dipatahkan oleh vokalis kangen band yang bernama Iren berkata disalah satu majalah yang aku temukan waktu itu dia bilang bahwa walaupun dia memakai kerudung tapi kerudung tidak menghalanginya untuk berkarier. Kenyataannya memang demikian, kini dia telah sukses dalam kariernya tanpa melepas kerudungnya. Kejadian seperti ini juga sudah dijalankan di berbagai kalangan instansi yang memperbolehkan karyawannya memakai kerudung.Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s